Cheat Uptodate
Selamat Datang di Indonesia Cheater.

silahkan daftarkan Diri andan di Sini caranya:
klik DAFTAR * / register
* Nama ataw masukan usename sesuay Yang anda inginkan
* Masukan imel aktif anda
* Pake paswod Yang KUAT ataw Yang cantik
* cara ketik paswod perlu memprogram ulang
* Masukan font pictur
* Kemudian Kirim
* yg terkahir kompirmasi imel, buka imel anda lalu kompirmasi pesan dari forum


==================================================
selamat anda Sudah menjadi meber forum ... Mudah kan ... hahah daftar ajjh belum darimana jadi member.. ayo daftar doolo..


Cheat Uptodate


 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Bagikan Halaman Ini
Share |
Share
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Top posters
|IC|_GuanThenK DuewE (515)
 
|IC|_Anonimus (284)
 
rubenps2 (277)
 
[-IC-]-RyanZ™ (224)
 
|IC|_Demyx (206)
 
|IC|_Indonesia Cheatr (145)
 
babalz (144)
 
Ghery Khju (134)
 
|IC|Army_1stGunner (82)
 
ebo (77)
 
Latest topics
Knalan

[ Copy this | Start New | Full Size ]
Pengunjung
Link Exchange

Temukan Kami Di Facebook
Statistics
Total 7625 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah dewapointblank

Total 8438 kiriman artikel dari user in 1542 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 49 pada Mon 4 Apr 2011 - 8:36

Share | 
 

 TABUNGAN “MASA DEPAN” SEORANG PEDAGANG BAKSO...

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
|IC|_GuanThenK DuewE
Super Moderator
Super Moderator
avatar

Jumlah posting : 515
Points : 5800
Join date : 03.03.11
Lokasi : * Depan Computer *

PostSubyek: TABUNGAN “MASA DEPAN” SEORANG PEDAGANG BAKSO...   Thu 31 Mar 2011 - 16:35

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?

“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. … Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng.

Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. “Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?”

“Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman “.

“Maksudnya.. ..?”, saya melanjutkan bertanya.

“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.


Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI. Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.

Subhanallah …, sebuah jawaban penuh makna tentang tabungan ”masa depan” dari seorang tukang bakso“.


Mau login "FB" !! Ga pake jauh".. klik aja dibawah ini..
dan klik juga “share” dipojok kiri atas forum kita ini

[You must be registered and logged in to see this link.]
---------------------------------

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
TABUNGAN “MASA DEPAN” SEORANG PEDAGANG BAKSO...
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Kampas Rem Depan
» [HELP] pengaturan tinggi rendah lampu depan
» Lampu Utama (Depan) Philips H7 12V 55W
» kampas rem depan agan merek nya dan bagus nya apa kecuali ori.
» (ASK) pengaruh gak sih kalo shock depan di turunin???

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Cheat Uptodate :: Canda Dan Tawa :: Religi-
Navigasi: