Cheat Uptodate
Selamat Datang di Indonesia Cheater.

silahkan daftarkan Diri andan di Sini caranya:
klik DAFTAR * / register
* Nama ataw masukan usename sesuay Yang anda inginkan
* Masukan imel aktif anda
* Pake paswod Yang KUAT ataw Yang cantik
* cara ketik paswod perlu memprogram ulang
* Masukan font pictur
* Kemudian Kirim
* yg terkahir kompirmasi imel, buka imel anda lalu kompirmasi pesan dari forum


==================================================
selamat anda Sudah menjadi meber forum ... Mudah kan ... hahah daftar ajjh belum darimana jadi member.. ayo daftar doolo..


Cheat Uptodate


 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Bagikan Halaman Ini
Share |
Share
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Top posters
|IC|_GuanThenK DuewE (515)
 
|IC|_Anonimus (284)
 
rubenps2 (277)
 
[-IC-]-RyanZ™ (224)
 
|IC|_Demyx (206)
 
|IC|_Indonesia Cheatr (145)
 
babalz (144)
 
Ghery Khju (134)
 
|IC|Army_1stGunner (82)
 
ebo (77)
 
Latest topics
Knalan

[ Copy this | Start New | Full Size ]
Pengunjung
Link Exchange

Temukan Kami Di Facebook
Statistics
Total 7625 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah dewapointblank

Total 8438 kiriman artikel dari user in 1542 subjects
User Yang Sedang Online
Total 0 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 0 Tamu :: 1 Bot

Tidak ada

User online terbanyak adalah 49 pada Mon 4 Apr 2011 - 8:36

Share | 
 

 Tanda-Tanda Ajal Mendekat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
|IC|_GuanThenK DuewE
Super Moderator
Super Moderator
avatar

Jumlah posting : 515
Points : 5800
Join date : 03.03.11
Lokasi : * Depan Computer *

PostSubyek: Tanda-Tanda Ajal Mendekat   Sat 26 Mar 2011 - 7:31

Alkisah ada seorang hamba yang begitu taat kepada Tuhan. Sebut saja namanya Fulan. Fulan sangat rajin beribadah. Pendeknya, Fulan ini tak pernah lalai sekalu pun kepada Allah SWT.
Suatu hari ada yang bertemu ke rumah Fulan. Betapa kaget Fulan ketika mengetahui siapa gerangan yang datang bertamu. Tamu itu ternyata Izrail, malaikat pencabut nyawa. Terjadilah tanya jawab antara Fulan dengan tamunya itu.
“Wahai sahabatku, Izrail! Apakah perihal kedatanganmu ke mari adalah atas perintah Tuhan untuk mencbut nyawaku, ataukah hanya kunjungan biasa?”
“Ya, Fulan sahabatku! Kedatanganku kali ini tidak dalam rangka mencabut nyawamu. Kedatanganku ini hanya kunjungan biasa. Kunjungan seorang sahabat kepada sahabatnya.”
Mendengar penjelasan Izrail, maka seketika bersinarlah wajah Fulan karena gembiranya. Mereka lalu berckap-cakap sampai tiba saatnya Izrail akan pamit.
“Wahai sahabatku, Izrail! Sebagai tanda persahabatan kita, aku ada harapan kepadamu kiranya engkau tidak berkeberatan untuk mengabulkannya.”
“Gerangan apakah permohonanmu itu, hai Fulan sahabatku?”
“Begini, ya Izrail. Jika nanti kau datang lagi kepadaku dengan maksud untuk mencabut nyawaku, maka mohon kiranya engkau mau mengirimkan seorang utusan kepadaku terlebih dahulu. Jika demikian, maka aku ada waktu untuk bersiap-siap menyambut kedatanganmu.”
“Oh, begitu? Hai, Fulan, kalau hanya itu permohonanmu, aku kabulkan. Aku berjanji akan mengirimkan utusan itu kepadamu.”
Gembiralah Fulan menerima janji Izrail. Rupanya Izrail ini berbaik hati mau mengabulkan harapanku, demikian pikir Fulan.
Demikian kisahnya, waktu pun berjalan. Tahun berganti tahun. Tak terasa bahwa pertemuan antara Fulan dengan Izrail telah sekian lama berlalu. Kehidupan berlangsung tersus sampai suatu ketika Fulan kaget sekali. Tak disangka-sangka sebelumnya Izrail muncul di rumahnya. Fulan merasa bahwa kedatangan Izrail ini begitu mendadak, padahal ada komitmen janji Izrail kepadanya.
“Wahai, Izrail sahabatku! Mengapa engkau tak mengirimkan utusanmu kepadaku? Mengapa engkau ingkar janji?”
Dengan tersenyum, Izrail menjawab, “Wahai Fulan, sahabatku! Sesungguhnya sudah dikiirimkan utusan itu kepadamu, hanya kamu sendiri yang mungkin tidak menyadarinya. Coba perhatikan punggungmu, dulu ia tegak tetapi sekarang bungkuk. Perhatikan caramu berjalan, dulu kamu begitu tegap perkasa, sekarang gemetaran dengan ditopang tongkat. Perhatikan penglihatanmu, dulu ia bersinar sehingga orang luluh kena sorotnya tetapi sekarang kabur dan lemah. Ya, Fulan, bukankah pikiran-pikiranmu sekarang mudah putus asa padahal ia dulu begitu enerjik dan penuh berbagai harapan? Tempo hari kamu hanya menginginkan seorang utusan saja dariku, tetapi aku telah mengirimkan begitu banyak utusanku kepadamu!”
Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah, Poliyama Widya Pustaka
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Tanda-Tanda Ajal Mendekat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Tanda garis centering roda belakang
» Rahasia dari tanda "metal" \m/ (maksudnya bukan musik metal ya :D)
» Test Otak & Mata Anda
» WTS : Yamaha R6 , limited Valentino rosi ( * rare item )
» ciri2 karburator mati satu...

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Cheat Uptodate :: Canda Dan Tawa :: Religi-
Navigasi: