Cheat Uptodate
Selamat Datang di Indonesia Cheater.

silahkan daftarkan Diri andan di Sini caranya:
klik DAFTAR * / register
* Nama ataw masukan usename sesuay Yang anda inginkan
* Masukan imel aktif anda
* Pake paswod Yang KUAT ataw Yang cantik
* cara ketik paswod perlu memprogram ulang
* Masukan font pictur
* Kemudian Kirim
* yg terkahir kompirmasi imel, buka imel anda lalu kompirmasi pesan dari forum


==================================================
selamat anda Sudah menjadi meber forum ... Mudah kan ... hahah daftar ajjh belum darimana jadi member.. ayo daftar doolo..


Cheat Uptodate


 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Bagikan Halaman Ini
Share |
Share
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Top posters
|IC|_GuanThenK DuewE (515)
 
|IC|_Anonimus (284)
 
rubenps2 (277)
 
[-IC-]-RyanZ™ (224)
 
|IC|_Demyx (206)
 
|IC|_Indonesia Cheatr (145)
 
babalz (144)
 
Ghery Khju (134)
 
|IC|Army_1stGunner (82)
 
ebo (77)
 
Latest topics
Knalan

[ Copy this | Start New | Full Size ]
Pengunjung
Link Exchange

Temukan Kami Di Facebook
Statistics
Total 7625 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah dewapointblank

Total 8438 kiriman artikel dari user in 1542 subjects
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 49 pada Mon 4 Apr 2011 - 8:36

Share | 
 

 Al-Bashri dan Gadis Kecil

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
|IC|_GuanThenK DuewE
Super Moderator
Super Moderator
avatar

Jumlah posting : 515
Points : 5674
Join date : 03.03.11
Lokasi : * Depan Computer *

PostSubyek: Al-Bashri dan Gadis Kecil   Sat 26 Mar 2011 - 7:29

Alkisah Hasan al-Bashri sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Rupanya ia sedang bersantai makan angin. Tak lama setelah ia duduk bersantai, lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya. Di bawah keranda jenazah yang sedang diusung berjalan gadis kecil sambil terisak-isak. Rambutnya tampak kusust dan terurai, tak beraturan.
Al-Bashri tertarik penampilan gadis kecil tadi. Ia turun dari rumahnya dan turut dalam iring-iringan. Ia berjalan di belakang gadis kecil itu.
Di antara tangisan gadis itu terdengar kata-kata yang menggambarkan kesedihan hatinya.
“Ayah, baru kali ini aku mengalami peristiwa seperti ini.”
Hasan al-Bashri menyahut ucapan sang gadis kecil, “Ayahmu juga sebelumnya tak mengalami peristiwa seperti ini.”
Keesokan harinya, usai salat subuh, ketika matahari menampakkan dirinya di ufuk timur, sebagaimana biasanya Al-Bashri duduk di teras rumahnya. Sejurus kemudian, gadis kecil kemarin melintas ke arah makan ayahnya. “Gadis kecil yang bijak,” gumam Al-Bashri. “Aku akan ikuti gadis kecil itu.”
Gadis kecil itu tiba di makan ayahnya. Al-Bashri bersembunyi di balik pohon, mengamati gerak-geriknya secara diam-diam. Gadis kecil itu berjongkok di pinggir gundukan tanah makam. Ia menempelkan pipinya ke atas gundukan tanah itu. Sejurus kemudian, ia meratap dengan kata-kata yang terdengar sekali oleh Al-Bashri.
“Ayah, bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur? Ayah, kemarin malam kunyalakan lampu untukmu, semalam siapa yang menyalakannya untukmu? Kemarin masih kubentangkan tikar, kini siapa yang melakukannya, Ayah? Kemarin malam aku masih memijat kaki dan tanganmu, siapa yang memijatmu semalam, Ayah? Kemarin aku yang memberimu minum, siapa yang memberimu minum tadi malam? Kemarin malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman, siapa yang melakukannya untukmu semalam, Ayah?”
“Kemarin malam aku yang menyelimuti engkau, siapakah yang menyelimuti engkau semalm, ayah? Ayah, kemarin malam kuperhatikan wajahmu, siapakah yang memperhatikan tadi malam Ayah? Kemarin malam kau memanggilku dan aku menyahut penggilanmu, lantas siapa yang menjawab panggilanmu tadi malam Ayah? Kemarin aku suapi engkau saat kau ingin makan, siapakah yang menyuapimu semalam, Ayah? kemarin malam aku memasakkan aneka macam makanan untukmu Ayah, tadi malam siapa yang memasakkanmu?”
Mendengar rintihan gadis kecil itu, Hasan al-Bashri tak tahan menahan tangisnya. Keluarlah ia dari tempat persembunyiannya, lalu menyambut kata-kata gadis kecil itu.
“Hai, gadis kecil! jangan berkata seperti itu. Tetapi, ucapkanlah, “Ayah, kuhadapkan engkau ke arah kiblat, apakah kau masih seperti itu atau telah berubah, Ayah? Kami kafani engkau dengan kafan yang terbaik, masih utuhkan kain kafan itu, atau telah tercbik-cabik, Ayah? Kuletakkan engkau di dalam kubur dengan badan yang utuh, apakah masih demikian, atau cacing tanah telah menyantapmu, ayah?”
“Ulama mengatakan bahwa hamba yang mati ditanyakan imannya. Ada yang menjawab dan ada juga yang tidak menjawab. Bagaimana dengan engkau, Ayah? Apakah engkau bisa mempertanggungjawabkan imanmu, Ayah? Ataukah, engkau tidak berdaya?”
“Ulama mengatakan bahwa mereka yang mati akan diganti kain kafannya dengan kain kafan dari sorga atau dari neraka. Engkau mendapat kain kafan dari mana, Ayah?”
“Ulama mengatakan bahwa kubur sebagai taman sorga atau jurang menuju neraka. Kubur kadang membelai orang mati seperti kasih ibu, atau terkadang menghimpitnya sebagai tulang-belulang berserakan. Apakah engkau dibelai atau dimarahi, Ayah?”
“Ayah, kata ulama, orang yang dikebumikan menyesal mengapa tidak memperbanyak amal baik. Orang yang ingkar menyesal dengan tumpukan maksiatnya. Apakah engkau menyesal karena kejelekanmu ataukah karena amal baikmu yang sedikit, Ayah?”
“Jika kupanggil, engkau selelu menyahut. Kini aku memanggilmu di atas gundukan kuburmu, lalu mengapa aku tak bisa mendengar sahutanmu, Ayah?”
“Ayah, engkau sudah tiada. Aku sudah tidak bisa menemuimu lagi hingga hari kiamat nanti. Wahai Allah, janganlah Kau rintangi pertemuanku dengan ayahku di akhirat nanti.”
Gadis kecil itu menengok kepada Hasan al-Bashri seraya berkata, “Betapa indah ratapanmu kepada ayahku. Betapa baik bimbingan yang telah kuterima. Engkau ingatkan aku dari lelap lalai.”
Kemudian, Hasan al-Bashri dan gadis kecil itu meninggalkan makam. Mereka pulang sembari berderai tangis.

Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah, Tim Poliyama Widya Pustaka
(menurutku kisah ini mungkin hanya fiksi)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Al-Bashri dan Gadis Kecil
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Cairan seperti Oli netes dari lubang kecil knalpot
» DIJUAL MOTOR KECIL (BEMBI) 50cc
» Billyard..
» aksi ladybikers+ model seksi diatas moge ;) di TRANS|7,malam ini!!
» nihon-go (katakana & hiragana)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Cheat Uptodate :: Canda Dan Tawa :: Religi-
Navigasi: